Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Bojonegoro © 2014
Disnakkan Jamin Kualitas Sapi Australia Bebas Antraks

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menjamin sapi bantuan Australia sebanyak 103 ekor dijamin bebas antraks. Sebelum dikirim ke Bojonegoro, sapi jenis Brahman Cross ini, terlebih dahulu masuk karantina hewan selama dua pekan.

“Kita jamin bebas antraks,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Ardiono, Rabu (25/1).

Pernyataan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro ini menanggapi isu berkembang saat ini akan maraknya penyakit antraks alis bacillus antraksis. Menyusul maraknya penyakit yang menyasar hewan ternak dan piaraan ini di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam dua pekan terakhir ini.

Bantuan berupa sapi dari Australia jumlah total 103, yaitu 100 ekor betina dan 3 ekor jantan. Sapi ini dikirim dari Pelabuhan dari Australia Barat dan menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sampai di Surabaya, selanjutnya dimasukkan ke karantina hewan Tanjung Perak selama dua pekan.

Proses pemeriksaan melibatkan tenaga ahli dari Laboratorium Balai Besar Veteriner, Wates Yogyakarta, juga dari Balai Besar Peternakan Songgoriti, Batu, Malang . Pihak ahli dari Institut Pertanian Bogor juga mengawasi sapi impor ini.

Sapi jenis Brahman Cross ini bisa berbobot hingga 800 kilogram untuk pejantan dan 650-700 kilogram untuk betina. Di Bojonegoro, bantuan sapi ini diberikan kepada warga dan peternak di Sekolah Peternakan Rakyat di Dusun Ngantru, Desa Tambakromo Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.

Sementara itu, Dara, konsultan Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program, mengatakan, sapi yang dikirim jenis Brahman Cross. Sapi ini mampu beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia . Dia menyebut, perbedaan sapi Australia dengan Indonesia , dilihat dari beberapa cirri-cirinya, Yaitu sapi Australia punya ketahanan penyakit relatif bagus dan kuat.

(Diolah dari berbagai sumber by DM*27.01.2017)